Selasa, 11 November 2014

10 APLIKASI 3D TERBAIK



Perkembangan dunia desain memang tidak pernah berhenti. Terlebih, sekarang, amimasi tiga dimensi atau yang lebih dikenal 3D sedang digandrungi oleh pecinta seni desain. Dengan menguasai 3D, bisa diktakan seorang desainer cukup andal.
Mata merupakan bagian tubuh yang pertama kali berinteraksi dengan desain maka tidak salah ada ungkapan dari mata turun ke hati. Desain yang menarik mata akan memberikan kesan tersendiri bagi orang yang melihat. 

Perkembangan dunia desain dari hanya gambar biasa, naik menjadi dua dimensi (2D), kemudian berkembang menjadi tiga dimensi (3D) semuanya hanya untuk menarik mata yang melihat.
Pada artikel ini, akan dibahas sekilas 10 aplikasi 3D rendering terbaik yang dapat dijalankan di platform Linux, walaupun ada beberapa aplikasi yang dapat juga di jalankan di platform selain Linux. Semua aplikasi yang dibahas kali ini bebas untuk di download melalui situsnya masing-masing dan siap untuk digunakan.

BLENDER
Blender merupakan aplikasi 3D dan animasi terbaik yang dimiliki oleh Linux. Pemakaiannya pun sekarang sudah meluas dan digunakan oleh banyak pecinta desain 3D khususnya aimasi. Pernah digunakan dalam proyek film besar seperti Avatar dan banyak proyek film animasi lainnya, misalnya Big Buck Bunny, dan yang terakhir, Sintel

WINGS 3D
Diperkenalkan pada tahun 2001 dan dikembangkan pertama kalo oleh Bjorn Gustavsson and Dan Gudmundsson, Wing 3D menawarkan beberapa kelebihan seperi dukungan cahaya,material, dan fasilitas AutoUV maping. Aplikasi ini dibuat dari bahasa pemrogamman Erlang yang bersifat open source, serta memiliki struktur data bernama Winged Edge Data Stuckture yang digunakan untuk menyimpan hubungan adjacency antara tepi, wajah, dan sebuah simpul didalam model Wing 3D.

K-3D
Perangkat lunak 3D modelling dan animasi kali ini memiliki nama yang unik dan sederhana. Namun, dengan melihat nama aplikasinya saja, kita sudah pasti tahu bahwa ini adalah pengolah tiga dimensi. Aplikasi K-3D mengombinasikan banyak plugin dengan visualisasi arsitektur yang dihasilkan. Hal ini yang menjadikan K-3D menjadi salah satu aplikasi yang sangat powerfull untuk dunia desain 3D.

CRYSTAL SPACE
Crystal Space merupakan aplikasi penuh fitur sebagai SDK yang menghasilkan gambar 3D untuk digunakan pada game atau virtual reality. Berlisensi LGPL yang bersifat free, aplikasi ini dapat dijalankan pula pada platform Windows maupun Mac OS. Bersifat lebih modular, Crystal Space mudah dikonfigurasi, memiliki mesin rendering yang mendukung Open GL, dan dilengkapi beberapa fitur yang menarikseperti sistem shaders dan pencahayaan, fisik, suara 3D, perpaduan animasi, foliage, terrain, sistem file, dan lainnya.

OGRE
Namanya sedikit mengingatkan kita pada sosok makhluk tinggi besar seperti rasaksa yang bermuka buruk. Tetapi, anda salah. Justru, aplikasi ini dapat membuat gambar tiga dimensi menjadi sangat indah. Mulai dari tahun 2011, OGRE telah tumbuh menjadi salah satu aplikasi rendering yang digunakan untuk berbagai macam proyek seperti game, simulator, perangkat lunak pendidikan, serta visualisasi penelitian.

AQSIS RENDERER
Aqsis merupakan perangkat lunak tiga dimensi yang sudah memiliki standar renderMan, dibawah bendera lisensi GPL, dan sebagian dibawah bendera LGPL. Dibuat pertama kali oleh Paul Gregory yang merupakan manajer proyek dan admin utama dari Aqsis. Semua proyek Aqsis merupakan rendering,shader compiler, dan mendukung beberapa komponen lainnya.

MESHLAB
Meshlab merupakan aplikasi pengolah gambar 3D bersifat open source, portable, dan memiliki sistem extensible untuk pengolahan dan pengeditan 3D. tujuan dari sistem ini adalah membantu pengolahan model terstruktur yang timbul dalam scaning 3D, kemudian menyediakan satu set alat untuk melakukan pengeditan, pembersihan, penyembuhan, pemeriksaan, serta rendering dan konversi.

OPEN FX
Lahir pada tahun 1999, diciptakan oleh DR> Stuart Ferguson, Open FX memang dilahirkan untuk menjadi aplikasi 3D modelling, animasi, dan rendering yang termasuk dalam kategori open source. Nama pertama dari aplikasi ini adalah SoftFX dan kemudian diganti menjadi OpenFX. Aplikasi ini sekarang menggunakan lisensi GNU Public License (GPL).

CELESTIA
Aplikasi ini hampir mirip dengan Atellarium, program astronomi 3D yang diciptakan oleh Chris Laurel. Program ini dibuat berdasarkan Hipparcos Catalogue yang memungkinkan kita merasa seperti sedang menjelajah jagat raya yang dibuat semirip mungkin aslinya dengan berbagai pilihan kecepatan, arah manapun yang akan dituju, dan waktu manapun dalam sejarah Celestia.

ART OF ILLUSION
Sebagai salah satu program 3D modelling yang bersifat free atau open source, semua bagian dari aplikasi ini dibuat dengan bahasa pemrogaman Java dan dapat dijalankan pada java virtual machine yang mendukung J2SE 1.4 atau versi diatasnya. Tujuan dari aplikasi ini adalah menghasilkan alat modelling 3D yang andal dengan menggunakan antarmuka grafis yang banyak ditemukan pada aplikasi modelling 3D lainnya/

Square Enix



Square Enix adalah sebuah produsen permainan video dan manga Jepang. Square Enix sangat dikenal untuk seri permainan role-playing gamenya, termasuk seri Final Fantasy dan seri Dragon Quest (awalnya dikenal dengan Dragon Warrior di Amerika Utara).
Square Enix adalah hasil dari bergabungnya perusahaan Square Co., Ltd. dan Enix pada tanggal 1 April 2003. Secara resmi Enix menarik Square, di mana para pemegang saham Square menerima 0,81 bagian saham dalam perusahaan baru ini sedangkan para pemegang saham Enix menerima bagian satu-banding-satu. Akan tetapi, posisi-posisi pimpinan dalam struktural perusahaan baru ini diduduki oleh pejabat-pejabat tinggi dari Square, termasuk presiden Square Yoichi Wada, yang ditunjuk sebagai presiden perusahaan yang baru.
  • Perkembangan perusahaan
Square Enix beroperasi perdaerah, termasuk Square Enix, Inc. (untuk semua Amerika Utara) dan Square Enix Ltd (untuk Eropa dan daerah lainnya yang menggunakan sistem televisi-PAL). Pada Juli 2003, Square Enix memindahkan kantor utamanya ke Yoyogi, Shibuya-ku, Tokyo. Pada Maret 2004, Square Enix mendapatkan UIEvolution, Inc. untuk menguatkan pasar wirelesssnya. Pada 22 Agustus 2005 Square Enix mengumumkan pengakuisisian Taito Corporation, yang dikenal dengan permainan arkade, Space Invaders dan seri Bubble Bobble.Pada September 28, 2005, Square Enix menguasai Taito secara keseluruhan. Pada Januari 2005, perusahaan melebarkan operasi ke Beijing, Cina dengan mendirikan Square Enix (China) Co., Ltd sebagai Cabang yang berdiri sendiri.
Perusahaan tersebut juga mempunyai kendali bisnis di Community Network Software Engine of Beijing, China yang memfokuskan pada jaringan middleware untuk permainan.
  • Komputer dan permainan video
Sejauh ini, Properti permainan video Square Enix adalah aset yang paling berharga. Square Enix Dragon Quest diduga adalah ser permainan terpopuler kedua dijepang setelah Pokemon, dan setiap pengeluaran terbaru dari seri ini, penjualannya mencapai rekor tingkat penjualan tertinggi di Jepang. Dragon Quest telah terjual lebih dari 40 Juta unit diseluruh dunia dengan sekitar 39 jutanya dari Jepang. Tapi bagaimanapun Final Fantasy dapat disebut sebagai aset paling berharga milik Square Enix, dengan total penjualan diseluruh dunia melebihi dari 68 juta unit. Yang Terbaru dari Square Enix adalah Kingdom Hearts (pengembangan dilakukan bersama dengan Disney Buena Vista Games) telah menjadi populer diseluruh dunia dan menambahkan lagi aset berharga bagi perusahaan
Pada Mei 2004, Square Enix mengumumkan kerja sama dengan Sony Online Entertainment untuk hak penerbitan di Jepang untuk EverQuest II. Pada 2006, Square Enix telah memproduksi permainan untuk Sony PlayStation 2, Nintendo GameCube, dan Microsoft Xbox 360 video game consoles, begitu juga untuk Nintendo Game Boy Advance, Nintendo DS dan PlayStation Portable(PSP) handheld game console. Perusahaan telah mengumumkan judul-judul permainan yang akan datan untuk PlayStation 3, dan Wii, begitu juga untuk Xbox 360. Untuk Tambahan, mereka juga telah menerbitkan permainan untuk Microsoft Windows berbasis personal computer, dan untuk macam-macam model Telepon genggam.

Permainan telepon genggam Square Enix ada pada jaringan Vodafone yang berada dibeberapa negara Eropa, termasuk Britania Raya, Spanyol, dan Perancis. Dua puluh lima permainan video Square Enix dimasukkan kedalam jajaran peringkat 100 besar permainan video pada majalah Famitsu, dengan tujuh diantaranya masuk pada 10 peringkat teratas [2]. Dimana kebanyakan adalah permainan Final Fantasy dan Dragon Quest. Final Fantasy adalah permainan tersukses buatan Square Enix yang diikuti oleh Dragon Quest pada peringkat kedua.
Belum lama, Michihiro Sasaki, wakil president senior dari Square Enix, berbicara mengenai PlayStation 3 yang akan datang, dia berbicara "Kami tidak mau PlayStation 3 menjadi terburuk, jadi kami ingin membantunya, tetapi kami juga tidak ingin menjadikan mereka yang terbaik, jadi kami juga tidak dapat membantunya terlalu banyak."[3]
Square-Enix telah membeberkan sebuah game engine generasi ketujuh yang bernama White Engine yang akan digunakan pada Final Fantasy XIII dan permainan PS3 lainnya dimasa depan. Asalnya engine tersebut dikembangkan untuk PlayStation 2, tetapi dipindahkan ke PlayStation 3 setelah para pengembang menyadari kekuatan dari mesin itu.
Franchise Square Enix antara lain :
  • Dragon Quest - dari Enix - dibuat di MSX pada tahun 1986
  • Final Fantasy - dari Square - dibuat di NES pada tahun 1987
  • Itadaki Street (Hanya dijepang) - dari Enix - dibuat di Famicom pada tahun 1988
  • SaGa - dari Square - dibuat di Game Boy pada tahun 1989
  • Seiken Densetsu (Seri permainan Mana di luar Jepang) - dari Square - nama franchise dijadikan Merek dagan pada tahun 1987 dan awalnya ingin dibuat pada Famicom Disk System, tetapi nama tersebut dihidupkan untuk pendirian franchise di Game Boy pada tahun 1991
  • Chrono Trigger - dari Square - dibuat di Super Famicom pada tahun 1995
  • Front Mission - dari Square - dibuat di Super Famicom pada tahun 1995
  • Star Ocean - dari Enix - dibuat di Super Famicom pada tahun 1996
  • Valkyrie Profile - dari Enix - Dibuat di PlayStation pada tahun 2000
  • Kingdom Hearts - dari Square dengan Disney - Dibuat di PlayStation 2 pada tahun 2002
  • Drakengard - dikembangkan untuk Enix, tapi diterbitkan dengan nama Square Enix - Dibuat di PlayStation 2 pada tahun 2003
  • Radiata Stories- Dibuat di PlayStation 2 pada tahun 2005

Sejarah Game Final Fantasy



Final Fantasy (Bahasa Jepang: ファイナルファンタジー Fainaru Fantajii) adalah seri permainan RPG konsol dan komputer yang diciptakan oleh Hironobu Sakaguchi dan diproduksi oleh Square Enix (sebelumnya bernama Square Co., Ltd.). Final Fantasy merupakan seri permainan yang paling banyak didistribusikan sepanjang masa, termasuk di antaranya permainan-permainan RPG standar untuk konsol, permainan portabel, MMORPG, permainan untuk telepon selular, tiga film produksi animasi dan dua film CGI berdurasi panjang.

Produk pertama seri ini diluncurkan di Jepang tanggal 18 Desember 1987 dan telah dikhusukan untuk pasar-pasar di Amerika Utara, Eropa dan Australia, pada banyak konsol permainan video, termasuk Nintendo Entertainment System, MSX 2, Super Nintendo Entertainment System, PlayStation, WonderSwan Color, PlayStation 2, Game Boy Advance, Nintendo GameCube juga komputer-komputer kompatibel PC IBM dan beberapa jenis telepon selular. 

Keluaran berikutnya telah diberitakan akan hadir untuk sistem permainan Nintendo DS, Nintendo Wii, PlayStation Portable, PlayStation 3 dan Xbox 360. Final Fantasy adalah seri produk Squre Enix yang paling sukses dan seri produk ketiga terlaris sepanjang masa, dengan penjualan sampai saat ini telah melebihi 63 juta unit di seluruh dunia.

Terhitung Juni 2006, di Jepang telah dirilis dua belas permainan yang merupakan bagian dari seri utama (bernomor), beserta banyak judul pecahan (spinoff) dan judul terkait lainnya. Dua darinya, Final Fantasy III dan Final Fantasy XII, secara resmi belum dirilis di luar Jepang; walau demikian, keduanya dijadwalkan hadir di Amerika Utara (yang pertama untuk Nintendo DS dan yang terakhir untuk PlayStation 2) pada akhir tahun. (Nama Final Fantasy III digunakan untuk rilis pertama di Amerika Utara yang sebenarnya adalah Final Fantasy VI di Jepang.)

Square Co., Ltd. pertama kali memasuki industri permainan video Jepang pada pertengahan 1980, dengan mengembangkan variasi-variasi RPG sederhana untuk Famicom Disk System (FDS) Nintendo, sebuah perangkat berbasis disk yang digunakan pada Family Computer ("Famicom", yang secara internasional dikenal sebagai Nintendo Entertainment System). Pada tahun 1987, menurunnya minat terhadap FDS menempatkan Square di ambang kebangkrutan.

Pada waktu yang hampir bersamaan, perancang Square, Hironobu Sakaguchi, mulai mengerjakan proyek ambisius baru, sebuah permainan RPG fantasi untuk Famicom yang berbasis cartridge, sebagian karena terinspirasi oleh permainan populer Dragon Quest milik Enix (dikenal oleh beberapa orang di Amerika Serikat sebagai Dragon Warrior). (Pada saat ini, Enix dan Square adalah perusahaan yang terpisah; keduanya tidak bergabung sampai 17 tahun setelahnya.) Sakaguchi merencanakan pensiun setelah menyelesaikan proyek ini sehingga ia menamainya Final Fantasy (diterjemahkan menjadi "Fantasi Terakhir") karena akan menjadi permainannya yang terakhir dan juga permainan terakhir dari Square. Secara luas diyakini permainan ini dinamai untuk Square dan bukan Sakaguchi, walau Sakaguchi sendiri mengkonfirmasi bahwa nama ini diberikan karena rencananya untuk pensiun. Sebaliknya, kesuksesan Final Fantasy ternyata menjadikannya jauh dari permainan terakhir Square atau Sakaguchi. Final Fantasy membalik keberuntungan Square dan menjadi produk terdepannya.
Mengikuti kesuksesan permainan pertamanya, Square dengan cepat memulai cerita kelanjutannya. Berbeda dengan tipikal cerita kelanjutan sebuah permainan, Final Fantasy II menghadirkan karakter-karakter yang sama sekali berbeda, dengan setting dan cerita yang hanya memiliki sedikit persamaan tema dengan permainan pendahulunya. Pendekatan yang tidak lazim ini berlanjut sepanjang seri, di mana tiap permainan Final Fantasy memperkenalkan dunia yang baru dan sistem permainan yang baru. Banyak elemen dan tema yang ditemui kembali sepanjang seri tapi tidak pernah terdapat cerita kelanjutan langsung, sampai dirilisnya Final Fantasy X-2 pada tahun 2003. (Setelah bergabung dengan Enix, cerita kelanjutan-langsung tampak meningkat.) Pada satu sisi, seri Final Fantasy telah menjadi ajang pertunjukan kreatifitas pengembang-pengembang Square dan banyak elemen yang diperkenalkan dalam seri ini diadopsi ke judul-judul Square lainnya, di mana dua darinya yang paling dikenal yaitu, SaGa dan Seiken Densetsu.

  • Sistem pertarungan
Final Fantasy pada awalnya menggunakan sebuah sistem berbasis giliran dan menu yang sederhana, namum judul-judul yang lebih baru telah berpindah menggunakan elemen yang lebih real-time atau semi real-time (dengan pengecualian Final Fantasy X) dan kemudian real-time dalam Final Fantasy XI dan Final Fantasy XII. Sebagian besar permainan menggunakan sistem level pengalaman untuk pengembangan karakter (walau Final Fantasy II dan Final Fantasy X tidak), dan sebuah sistem berbasis tunjuk untuk mengeluarkan ilmu-ilmu sihir (walau Final Fantasy, Final Fantasy III dan Final Fantasy VIII semua menggunakan pendekatan yang berbeda). Sebagian besar permainan dalam seri FF (mulai Final Fantasy III dan seterusnya) menampilkan variasi "perintah khusus" (di luar perintah pertarungan umum seperti "Serang", "Bertahan", "Sihir", "Barang" dan "Kabur"), seperti kemampuan untuk mencuri barang dari musuh atau melakukan serangan lompat. Seringkali serangan-serangan khusus ini terintegrasi ke dalam "sistem peran", yang hadir dalam banyak permainan dalam seri FF dan juga judul-judul sampingannya (Final Fantasy III, Final Fantasy V, Final Fantasy Tactics, Final Fantasy Tactics Advance dan Final Fantasy X-2).
Final Fantasy sampai Final Fantasy III menggunakan sistem pertarungan tradisional berbasis giliran. Pemain akan memasukkan seluruh perintah bertarung pada permulaan tiap ronde pertarungan yang lalu akan dijalankan sesuai dengan tingkat kecepatan dari tiap peserta di dalamnya. Mulai Final Fantasy IV sampai Final Fantasy IX (lalu digunakan kembali pada Final Fantasy X-2), digunakan sistem "Active Time Battle" (ATB). Sistem ATB bersifat semi waktu-nyata dan memberikan sebuah penghitung waktu kepada tiap peserta dalam pertarungan. 

Saat penghitung waktu sebuah karakter terisi penuh, karakter tersebut akan dapat beraksi yang kemudian akan mengembalikan kembali penghitung waktunya ke keadaan kosong. Umumnya tiap permainan memiiki baik modus "aktif" dan "menunggu"; saat modus "menunggu" dipilih, seluruh aktivitas yang berkaitan dengan penghitung waktu akan berhenti saat pemain menggunakan menu untuk memilih sihir, barang atau serangan khusus. Dalam modus "aktif", penghitung waktu akan terus berjalan walau pemain tengah menggunakan menu yang memungkinkan serangan-serangan tetap dilakukan sementara pemain sedang memilih perintah.

Final Fantasy X melepas penggunaan sistem ATB untuk sebuah sistem bernama "Conditional Turn-based Battle" (CTB). Pada sistem CTB, tiap peserta dalam pertarungan akan diurut berdasarkan kecepatannya. Urutan ini ditampilkan pada layar yang memungkinkan untuk diketahuinya giliran aksi karakter dan atau musuh dalam pertarungan sehingga strategi yang sesuai dapat diatur. Karena sistem CTB murni merupakan basis-giliran, penghitung waktu tidak dihadirkan. Sistem ini juga digunakan pada judul-judul pecahan Final Fantasy Tactics dan Final Fantasy Tactics Advance walau menggunakan istilah lain.

Final Fantasy XI menggunakan sistem "Real Time Battle" (RTB). Bebeda dengan permainan-permainan dalam seri Final Fantasy sebelumnya, karakter-karakter tidak lagi berdiri diam sembari menunggu giliran untuk menyerang. Pertarungan terjadi dalam waktu-nyata di mana karakter-karakter bisa bergerak dengan bebas. Setelah memilih sasaran musuh, karakter akan otomatis melakukan serangan-serangan fisik yang dasar kecuali diinstruksikan oleh pemain untuk melakukan aksi lain melalui perintah-perintah berbasis menu. Namun berbeda dengan pukul-tebas dalam MMORPG, kecepatan serangan, tingkat pukulan dan mengelak dari karakter ditentukan oleh sistem statistik permainan, bukan masukan dari pemain.

Final Fantasy XII menggunakan sistem pertarungan yang mirip dengan Final Fantasy XI, bernama sistem "Active Dimension Battle" (ADB). Sistem ini mirip dengan sistem RTB di mana karakter-karakter dapat bergerak bebas selama pertarungan dan setelah menentukan target musuh, karakter akan otomatis melakukan serangan-serangan fisik yang dasar. Namun, selain itu juga ada sebuah penghitung waktu mirip sistem ATB yang memperlihatkan kapan seorang karakter dapat beraksi. 

Modus-modus "aktif" dan "menunggu" juga digunakan kembali. Tambahan penting lainnya untuk sistem pertarungan pada permainan ini yaitu sistem Gambit, di mana kecerdasan buatan (AI) anggota kelompok dapat diatur agar dapat secara otomatis melaksanakan perintah-perintah tertentu tanpa menunggu masukan dari pemain.
Berbeda dengan permainan-permainan sebelumnya, pertarungan dalam Final Fantasy XI dan Final Fantasy XII akan terjadi langsung di layar lapangan, tanpa layar pertarungan terpisah yang diakibatkan oleh "pertarungan acak".